PEREMPUAN-PEREMPUAN PERKASA (BAGIAN 3) - Kemalang Klaten
Headlines News Klaten.Info :
Home » » PEREMPUAN-PEREMPUAN PERKASA (BAGIAN 3)

PEREMPUAN-PEREMPUAN PERKASA (BAGIAN 3)

Written By kiswanto adinegara on Senin, 27 Mei 2013 | 23.29






Kemalang ~ Kaum perempuan terkadang diberi stigma kurang pas misalnya disebut kaum lemah,dan ”konco wingking”. Sejarah perjuangan Raden Ajeng Kartini yang lahir pada 21 April 1879 ,mencatat agar kaum wanita dapat berada ditempat yang layak, dan  mengangkat derajat wanita dari tempat gelap ketempat yang terang benderang.Sesuai dengan karya tulis beliau yang terkenal, yang berjudul “Habis Gelap Terbitlah Terang”.Perjuangan Kartini hingga kini setelah selama 134 tahun ternyata  belum usai.Kondisi kemiskinan menjadi belenggu dan menghambat perempuan untuk maju.Namun demikian dalam kehidupan yang keras saat ini  ternyata banyak kita jumpai perempuan –perempuan hebat untuk tetap survive secara mandiri.Walaupun diusia senja mereka tidak mau berpangku tangan atau bahkan menadahkan telapak tangan mencari belas kasihan.Mereka tetap semangat untuk  bekerja,bekerja dan terus bekerja.

Kontributor klaten info menjumpai diantara mereka :
 


3.Buruh Tandur di Sawah
Kisah mbah Mitro ,perempuan 85 tahun yang telah menjanda belasan tahun ,karena dicerai suaminya  ,harus bekerja keras demi kelangsungan hidupnya.Seorang anak perempuannya telah berkeluarga.Tidak ada profesi yang dikuasai kecuali sebagai buruh “tandur”,mengingat tak pernah mengenyam pendidikan formal.Ia harus rela kepanasan,kehujanan,berbasah dilumpur sawah ketika bekerja.Bersama keempat teman perempuannya ,mbah Mitro tergabung dalam kelompok penanam benih padi ,yang lazim disebut tandur.Pada saat musim tanam padi sawah ,nyaris saban hari tidak pernah libur.Mbah Mitro yang berdomisili di padukuhan Keputran,desa Keputran ,kecamatan Kemalang,lokasi kerjanya lintas kecamatan diantaranya Kemalang, Manisrenggo,Karangnongko dan Jogonalan.Penghasilan buruh tandur perhari rerata Rp 30.000,00,biasanya diberi makan ,snack dan minum sekali.Mbah Mitro merasa bangga dan nyaman dengan profesi yang kurang diminati kaum muda ini.Malah tidak banyak saingannya..” kelakarnya ketika ditemui kontributor klaten info.Ia tidak ada rencana pensiun dari pekerjaan tandur,yang sudah belasan tahun digelutinya ini,pokoknya sampai tidak mampu lagi bekerja,mengingat satu-satunya keahlian yang dikuasai ya hanya tandur ,sehingga kalau tidak tandur ya tidak bisa makan ,tambahnya.
Inilah potret kecil kegigihan perempuan single parent, walaupun usianya tidak muda lagi,demi kelangsungan hidupnya mereka  tidak mau meminta belas kasihan dengan cara mengemis.Mereka tidak merasa lemah dan mudah pasrah.Sekalipun mereka tidak pernah mengenyam pendidikan formal.Tidaklah berlebihan manakala mereka  dijuluki Perempuan-perempuan “perkasa”.Karena ternyata mereka memiliki karakter, harga diri dan martabat ,walaupun kemiskinan membelenggu kehidupannya.Mereka bukanlah figur perempuan lemah dan sekedar “konco wingking”,namun mereka adalah perempuan kuat dan mandiri.Kata kunci bagi mereka menjalani kehidupan yang keras ini adalah bekerja , bersukur dan “nerima ing pandum” dari yang maha kuasa.
Perjuangan ,kerja keras,kesahajaan dan kemandirian mereka semoga dapat menjadi referensi ,motivasi dan suri teladan bagi kita,khususnya kaum perempuan di negeri ini.
Oleh : Kiswanto
Share this article :

0 komentar:

Tuliskan komentar Anda...

Komentar Anda mungkin akan sangat berguna bagi kami atau pembaca lain :)

Klaten Info Fanpage!

 
Support : Klaten.Info
Kontributor Berita : Kiswanto
Copyright © 2013. Kemalang Klaten - All Rights Reserved
Ingin Buat Website? klik Jasaweb.Klaten.Info