MENGURANGI RESIKO KEGAGALAN IB DENGAN MEMAHAMI TANDA-TANDA BIRAHI SAPI - Kemalang Klaten
Headlines News Klaten.Info :
Home » » MENGURANGI RESIKO KEGAGALAN IB DENGAN MEMAHAMI TANDA-TANDA BIRAHI SAPI

MENGURANGI RESIKO KEGAGALAN IB DENGAN MEMAHAMI TANDA-TANDA BIRAHI SAPI

Written By kiswanto adinegara on Senin, 17 Juni 2013 | 18.30



Kemalang ~ Menurut BPS Klaten ,2012 data populasi sapi di kabupaten Klaten selama  5 tahun terakhir  menunjukkan  kenaikan rerata  kurang lebih 1,47 % untuk komoditas sapi potong,sedangkan sapi perah mengalami penurunan 5,06 %.Pada komoditas sapi potong apabila dilihat kenaikan populasi pertahun,pertambahannya terjadi trend penurunan berturut-turut dari tahun ketahun.Data populasi sapi potong sejak tahun 2006 hingga 2010 adalah sebagai berikut  2006 (81.267 ekor),2007(83.657 ekor),2008(85.334 ekor),2009(86.656 ekor) dan 2010(87.267 ekor) .Prosentase penurunan populasi sapi potong dimaksud adalah  dari 2,94 %, menjadi 2,00%, turun lagi 1,54 % dan anjlok pada tahun 2010 yakni hanya 0,70 %.Penurunan populasi ini hendaknya segera dicarikan solusi agar peternak tidak merugi dan pemerintah kabupaten Klaten dapat berkontribusi menyukseskan swasembada daging sapi secara nasional.

Pemerintah telah mencanangkan program swasembada daging sapi dan kerbau (PSDSK) secara nasional pada tahun 2014.Kriteria swasembada dimaksud manakala kemampuan pemerintah dapat menyediakan daging sapi dalam negeri sekurangnya 90 % dari total kebutuhan,dan sisanya adalah diperkenankan impor,demikian ketentuan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan hewan Kementerian Pertanian. Salah satu upaya untuk mendukung suksesnya PSDSK adalah kegiatan peningkatan populasi  dan mutu genetik pada sapi .Hal tersebut dapat ditempuh dengan melakukan Inseminasi Buatan(IB),Tetapi fakta dilapangan masih sering kita dengar peternak mengeluhkan,setelah sapi betinanya di IB  lebih dari 1-2 kali belum juga bunting.

Bagaimanakah tanda-tanda birahi sapi ?
Sapi betina dewasa secara normal,memiliki siklus birahi antara 18 hari sampai dengan 24 hari.Insenminasi Buatan dikatakan berhasil apabila setelah 18-24 hari sesudah di IB sapi betina tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda birahi kembali.Sekurang-kurangnya ada lima faktor yang dapat menyebabkan kegagalan IB dan salah satunya adalah ketepatan (waktu optimum) saat IB.Guna menghindari kemungkinan ketidakberhasilan IB,salah satu syarat penting adalah mengetahui waktu optimum dimaksud.Untuk itu peternak harus memahami tanda –tanda birahi pada ternak sapinya.

Sapi betina yang sedang birahi menunjukan tanda-tanda sebagai berikut :
1.Terjadi pembengkakan pada alat kelaminnya,warnanya merah dan terasa ha
    ngat jika dipegang(3 A: Abang,Abuh,dan Anget);
2.Gelisah dan melenguh-lenguh(B2: Bengak-bengok lan mBerat- mberot);
3.Suka menaiki atau dinaiki sapi-sapi lain(C2: Clingkrak- Clingkrik);
4.Keluar lendir jernih dan tidak berwarna dari alat kelaminnya(P2:Pela - pelu);
5.Nafsu makan berkurang dan penurunan produksi air susu.
  
 Perubahan spesifik pada vulva:
-menjelang birahi :vulva membesar,lipatan jadi halus dan merah pucat.
-saat birahi:vulva membengkak,merah dan keluar lendir transparan.
-akhir birahi:bibir vulva mengecil,kadang-kadang keluar darah.
-keadaan bunting:bibir vulva mengecil dan keriput.
-tidak birahi:vulva relatif kecil,keriput dan pucat.

 Perubahan pada cervix:
-menjelang birahi:mukosa merah mengkilat,terdapat lendir mengkilat.
-saat birahi:cervix bengkak,merah,mulut cervix membuka,banyak lendir hingga keluar dari vagina.
-akhir birahi: 1-2 hari sesudah birahi terlihat ada bercak darah disekitar cervix hingga keluar dari vagina.
-keadaan bunting:mulut cervix tertutup rapat,mukosa pucat,basah dan berkaca- kaca.
-tidak bunting: merah pucat,mukosa basah dan berkaca-kaca
    
Dengan memahami tanda-tanda birahi ,baik secara umum hingga pada perubahan yang terjadi pada vulva maupun cervix,peternak dapat segera melapor pada petugas IB di Puskeswan (Pusat Kesehatan Hewan)/UPTD setempat secara tepat dan cepat ,sehingga kemungkinan kegagalan IB dapat dihindari.Karena dengan kegagalan IB peternak akan mengalami kerugian baik financial maupun waktu.Pertenak paling beruntung apabila dapat mencapai service percopseption (S/C = 1),artinya sekali IB lansung ternak betinanya bunting.

Oleh  :Kiswanto            

Share this article :

0 komentar:

Tuliskan komentar Anda...

Komentar Anda mungkin akan sangat berguna bagi kami atau pembaca lain :)

Klaten Info Fanpage!

 
Support : Klaten.Info
Kontributor Berita : Kiswanto
Copyright © 2013. Kemalang Klaten - All Rights Reserved
Ingin Buat Website? klik Jasaweb.Klaten.Info