ROMBONGAN KERA MERUSAK TANAMAN WARGA - Kemalang Klaten
Headlines News Klaten.Info :
Home » » ROMBONGAN KERA MERUSAK TANAMAN WARGA

ROMBONGAN KERA MERUSAK TANAMAN WARGA

Written By kiswanto adinegara on Selasa, 04 Juni 2013 | 21.46


                                                        Sumber Foto Kera http://foto.detik.com/content/2008/03/05/kera3.jpg


Kemalang ~ Komunitas kera keluar dari habitatnya setidaknya mereka punya dua alasan.Pertama rusaknya habitat ,habitat yang aman dan nyaman tentu akan membuat mereka betah berada di dalamnya.Nyaman ,ditengarai ketersediaan air dan pakan yang cukup,serta suhu yang normal bagi kehidupan kera.Aspek keamanan dengan terhindarinya dari serangan satwa lain maupun dari perburuan manusia.Dampak erupsi Merapi 2010 yang lalu nampaknya masih belum dapat membuat habitat kera ekor panjang di kawasan hutan lereng Merapi pulih.Sehingga menyebabkan ketersediaan pakan berupa buah-buahan belum mencukupi.Sementara Merapi dalam beberapa pekan yang lalu terlihat mengeluarkan asap putih kehitaman membubung kelangit setinggi 800 meter dari puncak gunung.Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMG) di Yogyakarta,membenarkan peristiwa tersebut.Namun dari pos pengamatan gunung Merapi di Kaliurang merilis pernyataan “ Status Merapi masih aktif normal.Sehingga munculnya fenomena asap yang mengepul keangkasa berwarna putih kecoklatan ,walaupun mengagetkan tidak perlu disikapi secara berlebihan “ katanya.Satwa memang dibekali  insting yang tajam,biasanya manakala suhu Merapi memanas mereka akan bergegas turun gunung untuk mencari selamat dari amukan erupsi.

Dari analisis atas penjelasan  diatas diduga akibat keterbatasan pakan menyebabkan mereka keluar sarang,untuk mencari makan di daerah bawah yang merupakan pemukiman dan lahan usahatani warga masyarakat.Wilayah desa Balerante,Sidorejo,Tegalmuyo dan Tlogowatu kecamatan Kemalang menjadi sasaran serangan.Menurut penuturan Suroso ,rombongan kera beberapa bulan terakhir sering muncul di pemukiman dan juga tegalan untuk mencari makan.Mereka dalam satu rombongan mencapai jumlah hingga puluhan ekor .Yang jelas kejadian ini meresahkan serta merugikan warga ,karena merusak tanaman pertanian di wilayahSidorejo ,ucapnya.

Warga masyarakat yang menjadi korban berharap pada pemerintah mulai dari desa,kecamatan dan kabupaten segera mengambil langkah untuk mengatasi permasalahan ini.Langkah pencarian solusi hendaknya berupa program ataupun kegiatan jangka pendek hingga jauh kedepan agar konflik kepentingan komunitas kera versus warga tidak terulang.Pemerintah kabupaten Klaten  perlu koordinasi dengan institusi kehutanan seperti Balai Konservasi Sumber Daya alam (BKSDA) dan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) yang memiliki kewenangan terhadap pengelolaan satwa yang dilindungi.Barangkali keberadaan kera tersebut sudah over populasi  sehingga diperlukan langkah depopulasi dengan cara yang dibenarkan.

Oleh : Kiswanto
Share this article :

0 komentar:

Tuliskan komentar Anda...

Komentar Anda mungkin akan sangat berguna bagi kami atau pembaca lain :)

Klaten Info Fanpage!

 
Support : Klaten.Info
Kontributor Berita : Kiswanto
Copyright © 2013. Kemalang Klaten - All Rights Reserved
Ingin Buat Website? klik Jasaweb.Klaten.Info