PASCA HUJAN ABU PETERNAK KESULITAN HIJAUAN PAKAN TERNAK - Kemalang Klaten
Headlines News Klaten.Info :
Home » , » PASCA HUJAN ABU PETERNAK KESULITAN HIJAUAN PAKAN TERNAK

PASCA HUJAN ABU PETERNAK KESULITAN HIJAUAN PAKAN TERNAK

Written By kiswanto adinegara on Selasa, 23 Juli 2013 | 19.31




Kemalang ~ Sehari pasca gunung Merapi mengeluarkan asap tebal dan material vulkanik Senin (22/7) dini hari, para peternak di desa Balerante,Sidorejo,Tlogowatu dan Tegalmulyo kecamatan Kemalang mulai menghadapi masalah baru.Material vulkanik halus berupa pasir dan abu yang terbawa angin akhirnya menyebar  menimpa seluruh permukaan benda dialam terbuka,hingga radius 4 – 5 km,dari puncak Merapi.Tidak terkecuali rumput dan dedaunan ikut terpapar dan tercemar sehingga permukaannya terlihat keputihan. Terpaparnya rumput dan “ramban” oleh abu vulkanik menyebabkan hilangnya palabilitas hijauan pakan ternak (HPT) tersebut.

Ternak ruminansia tidak mau makan HPT yang terpapar abu vulkanik ,kalaupun mau cuma sedikit dan jika dipaksakan akan membahayakan kesehatan ternak,bahkan dapat menyebabkan kematian demikian penuturan Nono seorang peternak sapi di padukuhan Polanharjo.

Ketersediaan HPT di wilayah desa yang masuk dalam  kawasan rawan bencana (KRB) seperti Balerante,Sidorejo,Tlogowatu dan Tegalmulyo yang kemarin hujan abu menjadi sangat terbatas untuk beberapa hari kedepan jika tidak segera turun hujan.Akibat kesulitan mencari HPT didaerahnya  para peternak akhirnya “ngarit” atau mencari rumput didaerah bawah seperti desa Keputran,kecamatan Karangnongko,Manisrenggo dan Jogonalan.

Sebagaimana penuturan Larmo ( 30 tahun) salah satu peternak asal padukuhan Ngremeng,desa Tlogowatu akibat hujan abu kemarin terpaksa harus mengarit di daerah Karangnongko.Sehari Larmo memperoleh rumput liar disawah kira-kira seberat  70 kg,dan ini bisa untuk memberi pakan seekor sapinya selama dua hari.Disamping HPT Larmo juga menambahkan konsentrat berupa katul.Dengan demikian biaya pengeluaran untuk memelihara ternak sapinya menjadi membengkak.Apalagi untuk ngarit  menggunakan sepeda motor menempuh jarak lebih kurang 10 km diperlukan BBM yang harganya barusan naik.Semua peternak ruminansia di KRB yang jumlahnya ratusan orang mengalami nasib setali tiga uang dengan Larmo.

Warga masyarakat khususnya para peternak berharap pemerintah daerah dapat memberikan solusi dan bantuan untuk meringankan beban hidupnya. Mengingat bertani dan beternak merupakan mata pencaharian pokok sebagian besar warga di lereng Merapi.

Oleh : Kiswanto
Share this article :

0 komentar:

Tuliskan komentar Anda...

Komentar Anda mungkin akan sangat berguna bagi kami atau pembaca lain :)

Klaten Info Fanpage!

 
Support : Klaten.Info
Kontributor Berita : Kiswanto
Copyright © 2013. Kemalang Klaten - All Rights Reserved
Ingin Buat Website? klik Jasaweb.Klaten.Info