HABITAT TERGANGGU KAWANAN KERA EKOR PANJANG MASUK PERMUKIMAN - Kemalang Klaten
Headlines News Klaten.Info :
Home » , , » HABITAT TERGANGGU KAWANAN KERA EKOR PANJANG MASUK PERMUKIMAN

HABITAT TERGANGGU KAWANAN KERA EKOR PANJANG MASUK PERMUKIMAN

Written By kiswanto adinegara on Selasa, 10 September 2013 | 21.33

    Kera Ekor panjang (Sumber BKSDA DIY)



Kemalang ~ Sejatinya manakala keselarasan dan keseimbangan ekosistem terjaga dengan apik dipastikan diantara sesama makhluk hidup tidak ada yang merasa “terganggu”.Demikian juga fenomena kawanan satwa kera ekor panjang yang keluar dari habitatnya yang telah rusak,dan memasuki wilayah perkampungan warga bukanlah ada tujuan “mengganggu” manusia.Satwa yang dilindungi peraturan perundang-undangan itu,hanyalah ingin survive bersama komunitasnya dan untuk itu butuh makan.

Ya sekedar makan,untuk bertahan hidup.Karena habitat sebagai “rumah” tinggalnya sudah terganggu baik oleh ulah manusia ataupun dampak dari bencana alam.Sehingga pakan tidak lagi tersedia secara cukup.Sebagaimana makhluk hidup yang lain,tentu kera ekor panjang juga setiap saat akan terjadi penambahan populasi dengan adanya kelahiran.Dengan demikian kebutuhan pakan termasuk air minum juga akan semakin bertambah.

Warga masyarakat lazimnya memandang fenomena ini dari aspek yang berbeda,sehingga mereka menjudge masuknya kawanan kera ke pemukiman serta lahan usahataninya sebagai bentuk “gangguan”,mengingat komunitas satwa tersebut faktanya “mencuri” pangan dan hasil pertanian mereka.

Salah satu warga Sidorejo ,desa Sidorejo,kecamatan Kemalang  Mugiyo mengakui memang beberapa bulan terakhir ada kawanan kera ekor panjang yang sering mencari makan baik di pemukiman warga maupun dilahan pertanian tanaman pangan dan hortikultura.Sejumlah warga memang merasa terganggu dengan ulah mereka.Ditanya kenapa komunitas satwa dilindungi tersebut masuk permukiman,Mugiyo menjelaskan karena habitat kera berupa hutan rusak akibat erupsi Merapi tahun 2010 yang lalu dan hingga kini belum pulih .Lebih- lebih saat ini memasuki puncak musim kemarau sehingga banyak tanaman dan sumber air kering,dapat dipastikan mereka kekurangan pakan,demikian jelasnya pada kontributor klaten info.

Warga berharap kepada pemerintah agar mencarikan solusi agar kedepan kera ekor panjang itu tidak lagi merambah permukiman,diantaranya  merehabilitasi habitatnya dengan reboisasi dan penanaman jenis tumbuhan penghasil pakan kera,serta langkah preventif lain,harapnya.

Atau sekaligus satwa pintar tersebut  diberdayakan sebagai pelengkap destinasi pariwisata Deles Indah yang mlempem agar kian menggairahkan serta menarik dikunjungi wisatawan kembali.

Oleh : Kiswanto
Share this article :

0 komentar:

Tuliskan komentar Anda...

Komentar Anda mungkin akan sangat berguna bagi kami atau pembaca lain :)

Klaten Info Fanpage!

 
Support : Klaten.Info
Kontributor Berita : Kiswanto
Copyright © 2013. Kemalang Klaten - All Rights Reserved
Ingin Buat Website? klik Jasaweb.Klaten.Info