PEMKAB KLATEN LAMBAT RESPON MARAKNYA PENAMBANGAN ILEGAL - Kemalang Klaten
Headlines News Klaten.Info :
Home » , » PEMKAB KLATEN LAMBAT RESPON MARAKNYA PENAMBANGAN ILEGAL

PEMKAB KLATEN LAMBAT RESPON MARAKNYA PENAMBANGAN ILEGAL

Written By kiswanto adinegara on Selasa, 17 September 2013 | 20.52

   Bekas lokasi penambangan tanpa reklamasi .



Kemalang ~ Pemerintah kabupaten Klaten sejatinya telah memiliki Peraturan Daerah  Nomor 11 tahun 2011,tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Klaten tahun 2011 – 2031.Substansi Perda RTRW tersebut tentunya telah selaras ,sinkron dan mengacu pada RTRW Provinsi Jawa Tengah ,serta Rencana tata ruang Nasional.Demikian halnya tentu hal-hal terkait dengan penambangan telah diatur didalamnya,khususnya penambangan galian golongan C di wilayah kecamatan Kemalang.

Dua tiga bulan terakhir di wilayah kecamatan Kemalang  marak penambangan galian golongan C ,dan aktifitas ini dapat dilihat banyaknya truk pengangkut pasir dan batu yang turun dari Kemalang setiap hari.Sebagaimana penuturan Sugeng dan Mugiyo warga Kemalang bahwa penambangan dengan alat berat sudah mulai beroperasi kembali  sejak sekitar dua bulan yang lalu diantaranya di Kendalsari dan Sidorejo.Awalnya di Trayu,desa Kendalsari kehadiran alat berat di Kaliworo didemo warga penambang,karena dinilai mematikan usaha penambangan secara manual.Pasca penolakan itu alat berat nekat berpindah lokasi di lahan-lahan milik warga.Menurut Indra tokoh masyarakat Kemalang bahwa sekitar 13 penambang dengan eskavator merupakan usaha ilegal,dan hanya beberapa saja yang telah mengantongi izin,katanya kepada kontributor klaten info.

Menurut kepala bagian Perekonomian Setda kabupaten Klaten,bahwa luas wilayah pertambangan ada 69 hektar,berada pada 12 titik,dan tersebar di tujuh desa di wilayah kecamatan Kemalang.Tujuh desa tersebut diantaranya Tangkil,Talun,Tlogowatu,Dompol,Panggang,dan Kendalsari .Terkait dengan maraknya penambangan dengan alat berat akhir-akhir ini dijelaskan bahwa sebenarnya perusahaan penambang yang telah memiliki izin hanya 3 CV,selebihnya sebanyak  13 perusahaan liar .Ironinya yang tigapun juga melanggar karena lokasi aktifitasnya tidak sesuai dengan izin yang telah dikantonginya.Mereka juga tidak melakukan reklamasi.


    Truk muat batu melampaui kapasitas,melintas di pasar Kembang,Kemalang.



Pemerintah sebenarnya sudah mengetahui hal ini,namun diakui tidak gampang menertibkan para penambang ilegal tersebut,kendati aturan sudah ada.Lebih jauh dijelaskan bahwa saat ini dinilai masih masa transisi atas pelimpahan pemberian izin penambangan dari pemerintah Provinsi Jateng kepada pemkab Klaten ,yang efektif terhitung mulai bulan Januari 2011 yang lalu.Seiring dengan hal itu juga ada kebijakan moratorium aktifitas penambangan hingga ada penetapan wilayah baru secara difinitif,jelasnya.

Dalam waktu dekat pemkab Klaten berencana menyosialisasikan Perda 11/211 tentang RTRW kepada pelaku penambangan,utamanya berkaitan dengan langkah-langkah yang akan diambil manakala terjadi pelanggaran peraturan perundangan yang berlaku.

Sejumlah warga menilai pemkab Klaten lambat merespon fenomena maraknya penambangan galian golongan C secara liar dengan menggunakan alat berat di wilayah kecamatan Kemalang.Ini sangat merugikan masyarakat,harus secara cepat dihentikan karena melanggar aturan.Dampak dari aktifitas ilegal ini sangat kompleks diantaranya pemkab kehilangan pendapatan,rusaknya ekosistem lereng Merapi sebagai fungsi peresapan air,pencemaran lingkungan serta rusaknya infrastruktur jalan serta jembatan karena hampir semua truk pasir batu muatannya melampaui kapasitas,demikian penuturan Indra bersemangat.

Oleh : Kiswanto
Share this article :

0 komentar:

Tuliskan komentar Anda...

Komentar Anda mungkin akan sangat berguna bagi kami atau pembaca lain :)

Klaten Info Fanpage!

 
Support : Klaten.Info
Kontributor Berita : Kiswanto
Copyright © 2013. Kemalang Klaten - All Rights Reserved
Ingin Buat Website? klik Jasaweb.Klaten.Info