MERAPI ANTARA DI “URI-URI “ DAN DI“ EKSPLOITASI” - Kemalang Klaten
Headlines News Klaten.Info :
Home » , » MERAPI ANTARA DI “URI-URI “ DAN DI“ EKSPLOITASI”

MERAPI ANTARA DI “URI-URI “ DAN DI“ EKSPLOITASI”

Written By kiswanto adinegara on Sabtu, 30 November 2013 | 18.41

    Tubuh Merapi dicabik-cabik dengan alat berat.



Kemalang ~  Tuhan senantisa menciptakan segala sesuatunya dengan dua hal yang paradoks.Ada surga ada neraka , ada baik ada buruk , ada siang dan ada malam dan lain sebagainya.Dibalik semua itu tentu Tuhan memiliki skenario yang sempurna,yakni demi keseimbangan.

Demikian halnya kabupaten Klaten di anugerahi gunung Merapi yang konon teraktif didunia.Oleh masyarakat Merapi dijadikan ikon kegagahan dan lambang kemakmuran.
Masyarakat pun menyikapi keberadaan Merapi ada dua frase yang bertolak belakang.Satu bagian bersikap konservatif alias suka nguri-uri,sementara sebagian yang lain menapakan jurus eksploratif.

Kelompok konservatif belum lama ini  melakukan ritual yang dinamai wilujengan tolak bala Merapi,yang bertujuan agar masyarakat lereng Merapi dijauhkan dari balak atau bencana.Paguyuban Keraton Surokarto (Pokoso) cabang Kemalang lah sebagai salah satu aliansi penguri-uri Merapi.Ritual dengan mempersembahkan sesaji ,tumpeng serta ubarampe dimaknai manunggaling masyarakat dan gunung Merapi,demikian penuturan ketua Pokoso Klaten KRA Probonegoro,saat menggelar slametan di padukuhan Ngrancah,desa Bumiharjo,kecamatan Kemalang.

Merapi kalau dijaga tentu akan mendatangkan berkah bagi masyarakat,namun sebaliknya jika dirusak akan mendatangkan bencana alias musibah bagi kehidupan,demikian imbuhnya.

Hal ini sejalan kebijakan pemkab living harmony with disaster di kawasan rawan bencana Merapi



    Merapi nan cantik perlu di jaga dan dikonservasi agar memberikan berkah.



Sementara diera kapitalis ini, sebagian warga memandang bahwa uang adalah segala-galanya.Motif ekonomi sering dicari dengan mengabaikan aspek sosial dan ekologi.Kelompok ini saat ini juga ‘menggempur’ tubuh Merapi yang cantik dan mulus dengan mengekplorasi semena-mena demi alasan ekonomi.Kesemena-menaan itu diwujudkan dengan tanpa rasa iba mengexcavator lahan penduduk untuk diambil batu dan pasirnya,tanpa di barengi reklamasi yang memadai.

“Kekejaman” terhadap Merapi dipastikan akan membawa dampak buruk terhadap sistem tata air alias hidrologi .Rusaknya fungsi lingkungan hidup jangka panjang tentu akan lebihmenyengsarakan banyak warga baik dilereng Merapi atau bahkan di daerah bawahan sebagai penikmat air kehidupan yang tangkapannya di DAS Merapi yang telah terkoyak dan dicabik-cabik pemilik kaum kapitalis.

Inilah hitam putihanya kehidupan di sekitar Merapi.

Pemerintah semestinya tanggap dan segera meresponnya,dengan merangkul dan mendorong pihak yang pro konservasi untuk lebih aktif ,dan meregulasi penambang liar dengan penerapan  peraturan perundangan yang berlaku,agar tidak menyesal dikelak kemudian hari setelah semuanya terlanjur bubrah dan parah !

Oleh : Kiswanto

Share this article :

0 komentar:

Tuliskan komentar Anda...

Komentar Anda mungkin akan sangat berguna bagi kami atau pembaca lain :)

Klaten Info Fanpage!

 
Support : Klaten.Info
Kontributor Berita : Kiswanto
Copyright © 2013. Kemalang Klaten - All Rights Reserved
Ingin Buat Website? klik Jasaweb.Klaten.Info