SEBUAH MITOS DUA MAKAM YANG SELALU MINTA "KESEIMBANGAN KIRIMAN" - Kemalang Klaten
Headlines News Klaten.Info :
Home » , » SEBUAH MITOS DUA MAKAM YANG SELALU MINTA "KESEIMBANGAN KIRIMAN"

SEBUAH MITOS DUA MAKAM YANG SELALU MINTA "KESEIMBANGAN KIRIMAN"

Written By kiswanto adinegara on Selasa, 12 November 2013 | 20.01

Sarean Kadilaju dan Kadipolo yang minta keseimbangan kiriman.



Kemalang ~ Di padukuhan Kadipolo desa Keputran kecamatan Kemalang kabupaten Klaten terdapat sebuah tanah pekuburan alias makam yang cukup luas.Pekuburan atau orang setempat lazim menyebut sarean itu berada di selatan lapangan desa Keputran.

Sarean tersebut sangat terkenal di era tahun 1965 an,karena digunakan untuk mengubur jasad orang-orang yang di cap menganut faham Partai Komunis Indonesia (PKI).Kala itu tengah meletus aksi Gerakan 30 September (G 30 S/PKI) ,dan PKI dianggap menjadi seteru berat pemerintah.

Banyak orang-orang yang dicap PKI tanpa harus lewat pengadilan tewas terkena operasi militer zaman  itu.Dan pembantaian terjadi di pemakaman Kadipolo persisnya disisi utara.

Akibatnya makam Kadipolo menjadi wingit,kata nara sumber yang jati dirinya tidak mau diekspose.Jika makam akan ‘terisi’ lazimnya terdengar  suara jemlegur,dan selang beberapa waktu pasti ada jenazah yang akan dikubur disini katanya.

Satu lagi sarean yang terletak di padukuhan Kadilaju RT 2 ,RW 1,berjarak kurang satu kilometer arah barat Kadipolo  konon juga demikian jika akan mendapat kiriman,sebelumnya ada suara jemlegur,dan anehnya kalau pesarean Kadipolo terisi sepertinya makam Kadilaju tidak mau ketinggalan,harus ada keseimbangan.Mitos ini berkembang dan masih hidup hingga sekarang,terutama dipercaya  para sesepuh dan generasi tua.

Kebenaran atau sebuah kebetulan memang nyatanya Selasa Kliwon (8/10) makam Kadipolo terisi jasad almarhum mBah Nyono (70 tahun) Badran  ,selang beberapa hari disusul Tugiran (65 th ) Kadipolo dan yang lainnya.

Sementara di makam Kadilaju 22 hari paska kematian mbah Nyono ,ternyata dikirim jasad almarhum Endartanto (30 tahun) ,dan beberapa hari kemudian juga disusul almarhumah mBah Martokebo sesama warga Kadilaju RT 2,RW 1.

Barangkali banyak orang yang tidak percaya mitos itu ,namun faktanya acapkali  peristiwa semacam  itu memang terjadi dan senatiasa terulang-ulang. Bahkan masing-masing merasa kurang kalau hanya dikirim satu jasad,sehingga tak heran jika dalam waktu dekat berturut-turut ada jenazah yang masuk di tanah pekuburan tersebut demikian penuturan sesepuh yang lahir dan tinggal di sebelah makam itu hingga sekarang.


Oleh : Kiswanto

Share this article :

0 komentar:

Tuliskan komentar Anda...

Komentar Anda mungkin akan sangat berguna bagi kami atau pembaca lain :)

Klaten Info Fanpage!

 
Support : Klaten.Info
Kontributor Berita : Kiswanto
Copyright © 2013. Kemalang Klaten - All Rights Reserved
Ingin Buat Website? klik Jasaweb.Klaten.Info