WARGA MISKIN MENJERIT GAS ELPIJI LANGKA HARGA KIAN MEMBUBUNG - Kemalang Klaten
Headlines News Klaten.Info :
Home » , » WARGA MISKIN MENJERIT GAS ELPIJI LANGKA HARGA KIAN MEMBUBUNG

WARGA MISKIN MENJERIT GAS ELPIJI LANGKA HARGA KIAN MEMBUBUNG

Written By kiswanto adinegara on Jumat, 29 November 2013 | 18.20

    Kasihan warga miskin.



Kemalang ~ Akhir tahun 2008  pemerintah bersemangat mengkonversi bahan bakar jenis minyak tanah menjadi gas elpiji.Bagi sebagian warga penggunaan gas elpiji kala itu masih merupakan hal awam dan belum lazim.Hal demikian utamanya dirasakan warga yang berstatus miskin.Lazimnya mereka menggunakan minyak tanah dan atau kayu bakar untuk memasak.

Lima tahun konversi dinilai nyaris tanpa kendala,walaupun diawal  saat transisi dihebohkan dengan peristiwa meledaknya tabung gas 3 kg porsinya orang miskin dimana-mana.Sebagian warga miskin ketakutan akan ‘bahaya’ ledakan yang dapat mengakibatkan kebakaran dan bahkan kematian dari tabung berwarna hijau muda itu.Kemudian diam-diam mereka menjual tabung gratisan tersebut dan kembali menggunakan kayu bakar yang dinilai aman dan gampang mencarinya.

Kini,bukan lagi persoalan ledakan tabung gas elpiji mungil itu yang menjadi berita.Namun kelangkaan mencarinya dan eloknya ketika ditemukan harga belinya tidak lagi Rp 13.000,00 atau Rp 15.000,00.Tidak lagi murah seperti saat dikampanyekan dulu.

Sebagian pengecer akhir November ini memasang plakat “ Gas kosong “.Menurut seorang pedagang pengecer di seputar pasar Kembang sudah satu bulan terakhir gas elpiji 3 kg an sulit didapat.Saat mengambil di pangkalan hanya dijatah 5 biji katanya.Dari pangkalan harga sudah Rp 17.000,00 dan di ecerkan dengan kisaran Rp 18.000,00 – 20.000,00 imbuhnya.

Sore itu gerimis rintik-rintik seorang ibu menggerutu karena kehabisan gas elpiji 3 kg an saat memasak,dan mencarinya dipengecer sekitar kosong .”Gimana pemerintah ra konsekwen ,tidak pecus ngurusi elpiji untuk wong cilik,warga miskin kian menjerit dengan kondisi demikian” gunamnya.Mau kembali pakai minyak tanah mahal ,pakai kayu juga dinilainya repot,keluhnya.

Kendatipun pemkab Klaten bersama PT Pertamina serta Hiswana Migas beberapa waktu lalu telah mengadakan operasi pasar untuk mengatasi kelangkaan gas elpiji 3 kg diwilayah Klaten,namun nampaknya belum dapat menuntaskan permasalahan yang ada.

Pasalnya operasi pasar dilakukan tidak merata pada 26 wilayah kecamatan yang ada.Dan seringkali sasarannya tidak tepat.Hal demikian tidak menuntaskan akar permasalahan tetapi hanya formalitas saja bahwa ada kesan agar pemkab tidak dicap kurang responsif terhadap jeritan warganya.

Warga berharap agar pemkab mengevaluasi dan mengkaji apa akar persoalan gas elpiji 3 kg langka ,sehingga harga membubung tinggi yang menyebabkan tercekiknya kehidupan orang-orang miskin.Tidak hanya diatasi dengan lagu lama dan formalitas denga ‘operasi pasar’ yang belum tentu adil dan merata.Dan mewujudkan ketersediaan yang lestari dengan harga murah (terjangkau) khususnya bagi warga miskin.

Oleh : Kiswanto

Share this article :

0 komentar:

Tuliskan komentar Anda...

Komentar Anda mungkin akan sangat berguna bagi kami atau pembaca lain :)

Klaten Info Fanpage!

 
Support : Klaten.Info
Kontributor Berita : Kiswanto
Copyright © 2013. Kemalang Klaten - All Rights Reserved
Ingin Buat Website? klik Jasaweb.Klaten.Info