IRONIS BUDAYA BUANG SAMPAH SEMBARANGAN DI DESTINASI WISATA ALAM DELES INDAH - Kemalang Klaten
Headlines News Klaten.Info :
Home » » IRONIS BUDAYA BUANG SAMPAH SEMBARANGAN DI DESTINASI WISATA ALAM DELES INDAH

IRONIS BUDAYA BUANG SAMPAH SEMBARANGAN DI DESTINASI WISATA ALAM DELES INDAH

Written By kiswanto adinegara on Minggu, 30 Agustus 2015 | 20.54



Gerakan swadaya warga Deles pasca

         
Kemalang ~ Jurus yang diterapkan dalam dunia kepariwisataan guna menarik minat wisatawan adalah  Sapta Pesona.Salah satu item dalam tujuh pesona tersebut adalah kebersihan.

Ironisnya perihal kebersihan di sejumlah destinasi wisata sering kurang memperoleh perhatian yang memadai oleh pengelolanya.

Sebagaimana di  Deles Indah yang berada didesa Sidorejo,kecamatan Kemalang ,kabupaten Klaten sering dijadikan ajang penyelenggaraan event ,dinilai oleh warga setempat selalu meninggalkan sampah berserakan dimana-mana.

 Ungkapan kesal  terkait dengan  ‘budaya buang sampah sembarangan “  di Deles  ditulis dalam status Sukiman WS  pada sosial media   tanggal 2 Agustus  2015 pkl 21.18  paska  event Festival Jathilan  beberapa hari sebelumnya ,

“Saben bubar ono kegiatan ing obyek wisata Deles Indah ,,iki kegiatane ibu-ibu RW Deles  bersih-bersih , mung emane sampah tetep podho dibuang sak gelem-gelem,,nek aku mesake ibu-ibu iki..”

Lebih jauh tokoh masyarakat Deles tersebut mengatakan “  sampah itu dibersihkan secara bersama-sama , kemudian dipilah-pilah yang organik dibakar dan yang berupa botol dikumpulkan tersendiri  untuk dijual  sebagai modal baksos setiap Ramadhan tiba “ katanya saat dikonfirmasi klaten info.

Sukiman berharap pemerintah kabupaten Klaten selaku pengelola obwis Deles Indah  membuatkan bak-bak sampah secara cukup di kawasan tersebut agar sampah tidak dibuang sembarangan.Sukur-sukur warga Deles dilibatkan dalam pengelolaan  destinasi alam pegunungan yang indah ini. Juga dalam pengadaan bak sampah bisa kerjasama dengan Karangtaruna .

kudune "pemerintah" nyiapi bak2 Sampah ,syukur yen pengadaan yo warga..ben dadi akeh ..dadi trep “ tulisnya dalam bahasa Jawa.

Dengan demikian warga semakin tinggi rasa memilikinya sehingga secara sukarela dan swadaya ikut menjaga kebersihan dankeamanan lingkungannya.

Tokoh masyarakat  tersebut  mengaku pihatin jika setiap habis ada event tentu terjadi lautan sampah di Deles Indah ,sementara penyelenggara tidak peduli .Babar blas tidak ada dana sepeserpun yang diberikan pada desa untuk kegiatan pembersihan sampah pasca event-event digelar.

Yang jelas warga Sidorejo merasa capek dan pemerintah desa tombok  mboten enten dana kebersihan ,,blass.. Dana tambahan seko desa mawon kathah malahan..dados desa tombok...! “ jelas Sukiman. 

Fenomena seperti ini ,sering dikritisi saat ada kordinasi dengan pemkab Klaten cq Dinas Pariwisata selaku SKPD yang berwenang   ,termasuk pelibatan partisipasi masyarakat setempat dalam pengelolaan destinasi  Deles Indah namun tidak direspon .  

“ mpun kesel ,le usul.. sebagai contoh Gapuro Deles Indah munggah niko mawon seko konco2 radio kulo di tanduri cemara, gapuro di cat,, naliko semono,,trus mung arep di kelola warga Deles wae ra di respon..oleh pemkab Klaten “  akunya mengakhiri perbincangan dengan klaten info( 27/8 ).

Oleh : Kiswanto
Share this article :

0 komentar:

Tuliskan komentar Anda...

Komentar Anda mungkin akan sangat berguna bagi kami atau pembaca lain :)

Klaten Info Fanpage!

 
Support : Klaten.Info
Kontributor Berita : Kiswanto
Copyright © 2013. Kemalang Klaten - All Rights Reserved
Ingin Buat Website? klik Jasaweb.Klaten.Info